Belawan,Medankabar.com – PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat kapasitas operasional Terminal Belawan dengan menambah dua unit Quay Container Crane (QCC) dan empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di PT Prima Multi Terminal (PMT) Terminal Belawan. Penambahan alat bongkar muat ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur terminal guna mendukung kelancaran pelayanan arus petikemas yang terus mengalami pertumbuhan di wilayah Sumatera Bagian Utara, Kamis (9/7/2026).
Kedua unit QCC dan empat unit RTG tersebut tiba di Terminal Belawan menggunakan kapal Hai Teng 007. Setelah proses kedatangan, seluruh peralatan akan menjalani tahapan instalasi, pengujian, hingga integrasi dengan Terminal Operating System (TOS) sebelum dioperasikan secara penuh.
Dengan tambahan tersebut, PMT Terminal Belawan kini memiliki total delapan unit QCC dan 16 unit RTG yang akan memperkuat kapasitas pelayanan kapal maupun aktivitas bongkar muat petikemas di terminal.
Pengadaan peralatan baru ini dilakukan seiring meningkatnya volume arus petikemas di Terminal Belawan. Sepanjang tahun 2025, PMT Terminal Belawan mencatat arus petikemas mencapai 634.858 TEUs, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar 581.399 TEUs.
Peningkatan trafik tersebut mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas peralatan agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal, efisien, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan logistik nasional.
Setelah kapal sandar, tim teknis melakukan proses rolling-off atau penurunan crane ke area dermaga sebagai tahap awal pemasangan. Selanjutnya, seluruh peralatan akan menjalani serangkaian uji, meliputi instalasi sistem, commissioning test atau uji beban, serta integrasi dengan sistem operasional terminal.
Melalui penambahan dua unit QCC dan empat unit RTG ini, PT Pelindo Terminal Petikemas optimistis kapasitas dan produktivitas PMT Terminal Belawan akan semakin meningkat, sehingga mampu memberikan layanan bongkar muat yang lebih cepat, andal, dan mendukung pertumbuhan sektor logistik serta perdagangan di Sumatera Utara.(Wan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar