Iklan

terkini

Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 2 Persen hingga Juli 2026

Jumat, Agustus 14, 2026, 09:15 WIB Last Updated 2026-08-14T02:15:40Z


BELAWAN,Medankabar.com – Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, Kamis 13/8/2026).


PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas di kedua pelabuhan tersebut mencapai 403.091 TEUs hingga Juli 2026, atau tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah barat Indonesia masih bergerak positif.


Kinerja tersebut terutama ditopang distribusi domestik yang tetap kuat, serta mulai meningkatnya aktivitas ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera.


Pertumbuhan tertinggi tercatat pada layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Juli 2026, volume peti kemas internasional mencapai 24.016 TEUs, melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga meningkat 12 persen menjadi 42.815 TEUs. Kenaikan arus barang ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekspor-impor serta distribusi bahan baku industri, barang konsumsi dan kebutuhan manufaktur.


Selain peti kemas, pertumbuhan signifikan juga terjadi pada layanan barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung. Hingga Juli 2026, volume barang nonpeti kemas mencapai 545.730 ton, meningkat 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan kinerja arus barang hingga semester pertama tahun ini menunjukkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi di Sumatera meski perdagangan global masih menghadapi sejumlah tekanan.


“Pertumbuhan arus barang menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera masih memiliki daya tahan. Distribusi domestik menjadi penopang utama, sementara ekspor dari sektor industri pengolahan dan komoditas mulai memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Rudi.


Menurutnya, industri kepelabuhanan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global hingga dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi biaya logistik dan waktu pengiriman barang.


Dalam kondisi tersebut, efisiensi operasional menjadi salah satu kunci untuk menjaga daya saing pelabuhan sekaligus memastikan kelancaran arus barang.


Dari sisi operasional, PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 85,84 persen. Sementara di Terminal Kuala Tanjung, rasio ET/BT tercatat 60 persen untuk layanan internasional dan 69 persen untuk layanan domestik.


Untuk mempertahankan kinerja tersebut, PMT melakukan sejumlah langkah optimalisasi, antara lain meningkatkan utilisasi peralatan bongkar muat, menata lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa dan antarterminal.


Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga terus diperkuat melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.


Rudi menilai posisi Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung akan semakin penting seiring pertumbuhan kebutuhan distribusi barang serta pengembangan kawasan industri di Sumatera.


“Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar-masuk barang, tetapi juga bagian dari rantai pasok yang menentukan efisiensi industri. Karena itu, peningkatan keandalan dan efisiensi layanan menjadi penting agar pelaku usaha dapat mengendalikan biaya distribusi dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujarnya.


Berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik di wilayah barat Indonesia. Potensi tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya kawasan industri dan berlanjutnya program hilirisasi yang diperkirakan turut meningkatkan kebutuhan terhadap layanan logistik dan kepelabuhanan di Sumatera.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 2 Persen hingga Juli 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan