Iklan

terkini

Logistik Sumut Mulai Bangkit, Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen di Awal 2026

Kamis, April 30, 2026, 22:08 WIB Last Updated 2026-04-30T15:08:17Z


BELAWAN,Medankabar.com – Aktivitas logistik di Sumatera Utara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada awal tahun 2026. Di tengah tekanan rantai pasok global dan ketidakpastian perdagangan internasional, arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung justru mencatat pertumbuhan positif, Kamis (30/4/2026).


PT Prima Multi Terminal (PMT) melaporkan, volume peti kemas hingga Maret 2026 mencapai 168.478 TEUs, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan mulai pulihnya distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor dari wilayah barat Indonesia.


Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh aktivitas di Terminal 1 Belawan. Arus domestik tercatat sebesar 152.452 TEUs, atau naik 5 persen secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh stabilnya distribusi barang konsumsi serta bahan baku industri, seiring terjaganya daya beli masyarakat.


Sementara itu, lonjakan signifikan terjadi di Terminal 2 Kuala Tanjung pada segmen internasional. Volume peti kemas internasional mencapai 5.579 TEUs, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi oleh bertambahnya layanan pelayaran serta meningkatnya aktivitas ekspor dari kawasan industri di Sumatera.


Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, menyebut tren ini sebagai indikator awal membaiknya pergerakan ekonomi daerah, meskipun masih dibayangi tantangan global.


“Kami melihat adanya perbaikan arus barang, khususnya untuk komoditas ekspor dan distribusi antardaerah. Ini menunjukkan aktivitas industri mulai bergerak kembali, walau pelaku usaha tetap berhati-hati menghadapi dinamika global,” ujarnya.


Di tengah berbagai tantangan seperti gangguan rantai pasok global dan perubahan jalur perdagangan, pelabuhan dituntut meningkatkan efisiensi layanan. PMT mencatat perbaikan kinerja operasional, salah satunya melalui rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan yang mencapai 85,95 persen.


Adapun di Kuala Tanjung, rasio ET/BT tercatat 75,57 persen untuk internasional dan 66,74 persen untuk domestik, yang seluruhnya menunjukkan tren peningkatan.


Perbaikan tersebut dilakukan melalui penataan area penumpukan, optimalisasi peralatan bongkar muat, serta penguatan koordinasi operasional. Efisiensi layanan dinilai menjadi kunci dalam menjaga daya saing pelabuhan di tengah kompetisi regional yang semakin ketat.


Selain itu, dukungan pemerintah dalam menekan biaya logistik nasional dan mendorong ekspor berbasis hilirisasi turut menjadi faktor pendorong. Meski demikian, pelaku industri masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan global dan ketidakpastian ekonomi di negara mitra dagang.


Dari sisi keselamatan kerja, PMT juga memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui standardisasi peralatan, inspeksi berkala, serta pelatihan tenaga kerja dengan target nihil kecelakaan.


Rudi menegaskan, peran pelabuhan semakin strategis dalam menjaga kelancaran distribusi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


“Keandalan layanan pelabuhan akan berpengaruh langsung terhadap efisiensi logistik dan daya saing industri. Karena itu, peningkatan kinerja harus dilakukan secara konsisten,” tegasnya.


Dengan letak strategis di jalur perdagangan internasional, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan terus berkembang sebagai simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok nasional.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Logistik Sumut Mulai Bangkit, Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen di Awal 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan