Medan,Medankabar.com - Menurut World Bank Logistics Performance Index, biaya logistik Indonesia masih sekitar 23-24% PDB, jauh di atas negara industri (~8-12%). Masalah utama bukan infrastruktur fisik, melainkan dwelling time, administrasi kepabeanan, kepastian delivery. Dalam supply chain modern, late delivery lebih mahal dari tarif tinggi. Karena industri global hidup dari just-in-time production, Sabtu (25/7/2026).
*Oleh Arief Poyuono, SE, M. Kom*
*Komisaris PT Pelindo (Persero)*
*Reformasi Logistik.*
Reformasi logistik yang sebenarnya bukan proyek fisik, tetapi reformasi arsitektur system meliputi pre-clearance customs (data sebelum kapal berangkat), national logistics data exchange (single supply chain ledger), time-slot trucking (bukan FIFO antrean), bonded logistic hub (inventory pindah ke luar pabrik) , liability certainty (jaminan waktu delivery)
Dalam pendekatan konvensional, distribusi dipahami sebagai persoalan fisik: memindahkan barang dari pabrik ke pasar secepat dan semurah mungkin. Gudang, pelabuhan, dan transportasi ditempatkan sebagai infrastruktur logistik. Namun dalam ekonomi digital modern, fungsi tersebut mengalami transformasi mendasar. Distribusi tidak lagi semata aktivitas fisik, melainkan mekanisme koordinasi informasi ekonomi secara real-time. Yang disebut ekosistem distribusi berbasis data adalah suatu arsitektur dimana aliran barang dikendalikan oleh aliran informasi. Sistem ini menghubungkan empat komponen utama. Yaitu permintaan (demand), persediaan (inventory), produksi (production planning) dan pembiayaan (finance).
*Contoh dari Industri Gas*
Mengapa kita eksportir dan juga importir gas ? karena semua ladang gas kita sudah di offtake oleh buyer international. Mengapa kita tidak bisa jadi offtaker ? karena untuk bisa jadi offtaker, harus punya kemampuan logistic. Maklum Gas itu mudah terbakar.
Tanpa ketersediaan tekhnologi logistic sangat riskan dalam pengangkutan dan penyimpanan. Itu satu contoh betapa penguasaan bisnis bisa mengontrol pemilik sumber daya.
Kalau anda lihat berpuluh juta ton batubara, nikel di ekspor ke luar negeri. Sebagian besar ekspor itu melalui Singapore. Mengapa ? cargo batubara dan nikel itu sangat besar.
Di Indonesia tidak ada BUMN/Swasta yang punya kapasitas logistic berkelasa dunia itu. Jadi masih tergantung kepada asing. Makanya jangan kaget, walau kita surplus neraca perdagangan. Tetapi neraca jasa tetap aja defisit. Tentu DHE masuk ke Singapore lebih besar.
Jadi pengelola logistic international itu bagian dari ekosistem financial global. Singapore adalah hub financial global. Hampir semua pemilik raksasa logistic terhubung dengan Lembaga hedge fund yang mengelola portfolio supply chain global. Mereka mengontrol sumber daya oil and gas, mining, industry dan manufaktur, komoditas pangan.
*Contoh dari Industri Pertanian*
Ini adalah pusat logistik produk pertanian di China. Luasnya 27 hektar. Buah segar, sayuran, rempah rempah, singkong dll dari semua pusat pertanian di tampung disini. Petani dilengkapi dengan database harga international secara online.
Mereka bisa lihat di hape lewat aplikasi. Setiap produk yang masuk ke pusat logistik mendapat warkat titipan barang. Namun warkat ini dapat di uangkan di bank sebesar 40% dari harga taksiran.
Nanti setelah barang terjual petani akan dapat harga real. Mereka terima uang setelah dipotong advance 40%. Di China setiap kabupaten ada pusat logistik ini.
Apa dampaknya dengan adanya pusat logistik itu?
*Pertama:* industri pengolahan pertanian berkembang pesat. Para pabrik dapat kepastian pasokan dari pusat logistik. Pabrik sauce, powder chily, makanan kemasan, buah kemasan, minuman ringan, pharmasi herbal dan lain lain semua berkembang pesat. Pabrik juga kalau butuh modal kerja mereka bisa tempatkan stok produksi mereka ke pusat logistik. Dari stok itu mereka dapatkan uang sebesar 70%. Nanti kalau sudah terjual produknya, mereka dapat uang selisih setelah dipotong advace 70%. Jadi modal kerja efisien dan biaya stok jadi murah. Benar benar sinergi.
*Kedua:* Pedagang atau eksportir tidak usah repot deal dengan petani dan kawatir soal kwalitas. Karena di pusat logistik itu kwalitas terjaga sesuai market demand. Pedagang juga tidak usah kawatir soal stok dan tidak perlu punya stok. Karena pusat logistik menjamin stok. Sehingga mereka dapat dengan mudah megnembangkan pasar secara efisien. Karena barang terhubung dengan sistem stokis, ia juga menjadi bagian dari ekosistem financial ( fund provider). Eksportir dapat dengan mudah dapat kredit ekspor. Jadi hanya moda LC mereka bisa dapatkan barang. Kredit bayar setelah LC cair.
Demikian bisnis process sistem pertanian yang berkelanjutan. Tidak ada rentenir, tidak ada tengkulak, tidak ada permainan harga ketika panen, dan petani penentu harga dan jual. Patokan international price. Hanya yang mau kerja keras berhak kaya. Rente kelaut aja. Sederhanakan?…
Di Indonesia memang sulit diterapkan,. Karena political will membela petani hanya sebatas retorika saja. Akibat tidak adanya ekosistem logistik ini, terjadi pemborosan sekitar 20-25% dari PDB. Itu semua income yang dipenggal oleh adanya rente dan yang dikorbankan adalah petani. Sulit politik berubah..Karena poltik diongkosi oleh rente.
*Jika kita mau melakukan serangkaian perubahan yang mendasar Soal Rantai Pasok -Logistik, terutama kita harus melakukan tiga hal mendasar dibawah ini.*
*Pertama.* Peningkatan atau perbaikan index Logistik. Caranya kembali kepada angkutan massal yang murah untuk logistik, yaitu kareta api dan kapal laut. Infrastruktur kereta api harus dibangun secara luas, seperti trans sumatera, kalimanta, sulawesi dan lain lain. Perbanyak kapal dan pelabuan feeder. Karena mayoritas wilayah kita adalah lautan. Membangun pusat logistik yang teritegrasi dengan sistem stokis berbagai komoditas dan produk industri. Kalau bisa satu pulau satu pusat logistik teritegrasi dengan sistem stokis dan logistik berbasis Ecommerce.
Menurut laporan penelitian, “ China Logistics and Warehousing Market Outlook to 2025-Led by Growth in Road Freight Services, Improving Infrastructure and Rising Digital Innovations” menyatakan bahwa pertumbuhan industri didorong oleh terjadinya perubahan yang cepat dari gudang konvesional menjadi Warehousing marketplace and logistik.
Ini tentu mendorong semua kawasan industri terhubung dengan warehousing marketplace and logistik. Industri FMCG ( Fast-Moving Consumer Goods) dan komoditas (seperti baja, semen, dll.) di China adalah pengguna layanan pergudangan terbesar. Kedua terbesar adalah Pertanian, elektronik, otomotif. Tapi industri farmasi punya gudang khusus tidak dicampur dengan komoditas lain.
Apa itu warehousing market place and logistik?. Tentu berbeda dengan gudang konvensional yang hanya sekedar tempat menyimpan barang.
Warehousing market place and logistik menyediakan layanan untuk penyimpanan barang yang dikelola secara IT system. Pembeli bisa mengetahui stok barang tersedia lewat camera CCTV yang bisa diakses secara online. Pembeli dan penjual tidak usah repot mengatur pengapalan, karena sistem warehousing dilengkapi dengan layanan logistik darat, udara maupun laut.
Pemilik barang bisa mengakses layanan fund provider atas barang yang mereka tempatkan di warehousing market place and logistik. Resi gudang bisa diuangkan lewat bank seharga 60% dari market dan otomatis terlunasi saat barang terjual, atau dijual melalui pasar option. Jadi andai pemilik barang itu adalah petani atau industri , fasilitas warehousing market place and logistik menjamin likuiditas mereka. Pemilik barang tidak usah repot pasarkan barangnya. Karena warehousing market place and logistik terhubung dengan supply chain global dan mereka punya reputasi tinggi sebagai penyedia marketplace.
*Kedua,* pembangunan KEK tidak lagi berdasarkan potensi ekonomi wilayah tapi berdasarkan lingkungan strategis. Jadi yang sudah ada sebaiknya tutup aja. Engga usah banyak banyak bangun KEK. Cukup yang berada di lintasi kapal-kapal perdagangan dunia: Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Focus kepada wilayah yang jadi backbone geopolitik kita saja dan bersinggungan dengan geostrategis 40% perdagangan dunia yang melintasi empat titik strategis itu. Jadikan juga KEK itu teritegrasi dengan infrastruktur Hub logistik perdagangan lokal maupun international.
*Ketiga.* Tingkatkan belanja riset untuk innovasi dan tekhnologi. Tidak perlu semua riset itu dikerjakan pemerintah, Bisa saja swasta atau dunia usaha yang lakukan. Namun biaya riset di bailout oleh pemerintah setelah terbukti hasil risetnya mendukung produktifitas. Bailout tidak harus dalam bentuk uang tapi bisa saja lewat tarif dan subsidi bahan baku yang berasal dari SDA. Kebijakan ini akan mendorong terjadinya relokasi industri kelas menengah dan tinggi ke Indonesia. Karena kebijakan tekhnologi oriented. Tentu perlu segera lakukan reformasi pendidikan nasional yang focus kepada pengembangan kreatifitas dan innovasi.
*Memulai dengan Integrasi IT*
Setelah semua bissnis proses secara offline kita bisa ketahui masalahnya di tiap bagiannya, sekarang saatnya mengumpulkan kemauan besar dan kemampuan kita untuk mewujudkannya dengan langkah pertama konsolidasi masalah dan integrasi solusinya.
Kita haru faham bahwa platform IT market place dengan platform logistik ada perbedaan besar dalam implementasinya.
Berdasarkan literasi terkait ecosistem financial dan supply chain global. Kita akan tahu, Bahwa IT itu hanya alat. Bukan dagangan.
Bisnis sebenarnya adalah terbentuknya ekosistem sumber daya bisnis. Dan itu terjadi karena adanya ekosistem financial. Artinya ekosistem financial itu jadi magnit terbentuknya ekosistem sumber daya.
Jikaalau itu terjadi, maka akan terjadi pertumbuhan berkelanjutan. Dari sisi produsen, supply chain, termasuk jasa dan lain akan terhubungan dalam satu platform holistic terintegrasi berbasis activities A to Z
Mari kita bermimpi mewujudkan sebuah rantai pasok logistic yang terintegrasi dalam mendukung kemajuan tiap sector perekonomian nasional. Dalam kontek Indonesia secara praksis empiris ada 18 stakeholder yang terkait logistic yang harus disatukan dalam platform diluar user dan master ownernya.
Mari kita mulai dengan sebuah platform kita sebut aja ADHARA yang bertugas memberikan solusi Rantai Pasok Logistik untuk semua pembiayaan ekspor semua komoditi.
Dari ADHARA kita beri skema pembiayaan supply chain yang terhubung dengan perbankan dan lembaga pembiayaan lain.
Atas rekomendasi ADHARA maka user bisa yakinkan buyer di dimanapun untuk menandatangani long term contract dengan user pelaku ekonomi.
Jika Buyer setuju dengan syarat pembayaran 6 bulan dalam bentuk usance LC. LC tersebut mensyarakatkan ada nya endorsement dari Platform ADHARA untuk setiap pencairan LC.
Atas dasar LC tersebut user/pelaku bisa mendatangi jaringan rantai pasok misalnya pakaian yang terdiri dari : pabrik Tenun, Pabrik Tektil dan Pabrik garmen, Pedagang Kapas, Produsen Bahan kImia.
Kepada masing masing pabrik itu user memberikan payment guarantee dalam bentuk LC yang di endorse oleh ADHARA. Sehingga user bisa memberikan Planning production , lengkap dengan timeline kepada masing masing supply chain.
Mereka pelajari standard qualitas yang user ingnkan dan juga planning production dan delivery. Selanjutnya user bisa monitor semua proses sampai jadi pakaian siap ekspor.
Dan memang semua on time realtima sampai pakaian bisa di kirim ke buyer dimanapun posisi tujuannya.
Untuk business process tersebut, user hanya butuh satu orang karyawan. Kemungkinan Setiap bulan bisa ekspor 20 kontainer.
Kondisi ini akan membuat ekonomi kita tumbuh karena kita memiliki supply chain yang terstruktur dan canggih serta lentur.
Jika Hampir 100% supply chain industry kita adalah usaha dalam negeri sendiri untuk menghasilkan produk eksport , maka belanja import kita akan rendah.
Pertumbuhan ekonomi secara ideal melahirkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa yang terus meningkat. Tentu kita tidak ingin seperti India dan negara lainnya, dimana peningkatan eksport diiringi oleh meningkatnya import.
Akibatnya sedikit saja ada goncangan ekonomi maka langsung negara tersebut masuk dalam wilayah krisis. Hal ini karena negara lemah dalam hal supply chain.
Itu sebabnya pelaku bisnis hanya akan jalankan bisnis karena didukung oleh kehebatan system supply chain dan dukungan skema pembiayaan dari pemerintah nya.
Makanya jangan kaget hampir semua pabrik nantinya yang melakukan ekspor sebetulnya yang marketing orang orang yang berbisnis seperti selayaknya. Dan itu datang dari seluruh dunia.
Profesor Zheng Yusheng berpendapat bahwa cara yang tepat untuk mengukur daya saing manufaktur tidak dengan membandingkan biaya tenaga kerja saja, namun dengan membandingkan rantai pasokan ( supply chain).
Semakin handal supply chain maka semakin efisien proses produksi tersebut. Seandainya Effisensi supply chain kita telah mencapai 50%. Makanya mereka bisa bersaing dengan negara lain. Kehandalan Supply chain inilah yang membuat ribuan pabrikan berkelas dunia dari manca Negara berdatangan ke negara kita untuk membangun pabrik ( pusat produksi) atau memanfaatkan industry untuk menjadi agent pemasaran diseluruh dunia.
Sehingga dimanapun supply chain berada tidak akan menghambat kelancaran logistic, kita bisa menerapkan kawasan industri khusus sesuai dengan pontensi wilayah untuk menjadi supply chain industry.
Dengan memperbanyak kawasan ekonomi khusus yang sesuai dengan potensi wilayah dan menjadi mata rantai supply industri yang menghasilkan downstream industri yang luas tidak partial tapi comprehensive dan integrated, indonesia centris.
Membangun memang seharusnya by design dan focus kepada hasil bukan pragmatis. Saya yakin hanya masalah waktu kita akan lebih hebat dari negara manapun.(Wan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar