Iklan

terkini

PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke Tiongkok Selatan

Rabu, Mei 13, 2026, 04:37 WIB Last Updated 2026-05-12T21:37:59Z


BATU BARA,Medankabar.com – Upaya menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai simpul logistik internasional di pesisir timur Sumatera mulai menunjukkan perkembangan signifikan. PT Prima Multi Terminal (PMT) resmi melayani pelayaran internasional langsung (direct call) perdana milik perusahaan pelayaran global asal Prancis, CMA CGM melalui anak usahanya CNC dengan layanan BBX3 CNC yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan sejumlah pelabuhan utama di Asia Tenggara dan Tiongkok Selatan, Selasa (12/5/2026).


Kapal MV CMA CGM FUJI sandar di Dermaga Kuala Tanjung pada Senin (11/5/2026). Kapal sepanjang 185 meter dengan kapasitas 25.283 gross ton tersebut mengangkut sekitar 250 TEUs peti kemas pada pelayaran perdananya dari Kuala Tanjung menuju berbagai pelabuhan internasional.


Layanan BBX3 CNC melayani rute Kuala Tanjung–Singapura–Port Klang–Da Nang–Nghi Son–Haiphong–Nansha–Shekou–Chittagong sebelum kembali ke Kuala Tanjung. Kehadiran jalur pelayaran langsung ini dinilai membuka alternatif distribusi logistik baru bagi kawasan industri dan eksportir di Sumatera Utara yang selama ini masih bergantung pada pelabuhan transshipment di luar wilayah.


Direktur Operasi dan Teknik PT PMT, Wahyudi, mengatakan masuknya layanan BBX3 CNC menjadi momentum penting bagi pengembangan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional di Selat Malaka.


“Kedatangan CMA CGM FUJI bukan sekadar kunjungan kapal perdana, tetapi menjadi indikator bahwa Kuala Tanjung mulai diperhitungkan dalam jaringan pelayaran global. Dengan direct call ini, rantai distribusi menjadi lebih singkat, waktu pengiriman lebih efisien, dan biaya logistik berpotensi ditekan,” ujarnya.


Menurut Wahyudi, PMT saat ini terus memperkuat kesiapan operasional guna mendukung peningkatan arus peti kemas internasional, mulai dari efisiensi waktu sandar kapal (port stay), waktu barang di pelabuhan (cargo stay), hingga percepatan dwelling time.


“Kami ingin memastikan Kuala Tanjung mampu memberikan standar pelayanan yang kompetitif dibanding pelabuhan internasional lain di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, kami menargetkan lebih banyak kapal berkapasitas besar melakukan direct call ke Kuala Tanjung,” tambahnya.


Sementara itu, President Director CMA CGM Indonesia, Ikram Ghazali, mengatakan layanan BBX3 akan beroperasi secara dua mingguan (bi-weekly) untuk memperkuat konektivitas perdagangan dari Sumatera Utara menuju Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok Selatan.


“Kami bangga menjadi lini pelayaran pertama yang menawarkan direct call yang menghubungkan Kuala Tanjung dengan pasar strategis di Asia Tenggara dan Tiongkok Selatan melalui layanan BBX3 kami,” katanya.


Ia menambahkan, layanan tersebut juga membuka akses lebih luas bagi kawasan industri di sekitar Kuala Tanjung, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, agar dapat terhubung langsung dengan jaringan logistik global CMA CGM tanpa ketergantungan penuh pada pelabuhan penghubung utama.


Kehadiran direct call internasional ini dinilai penting di tengah upaya pemerintah menekan biaya logistik nasional yang masih relatif tinggi dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara. Dengan posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan berkembang menjadi gerbang logistik internasional sekaligus pusat distribusi ekspor-impor terintegrasi di wilayah barat Indonesia.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke Tiongkok Selatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan