Iklan

terkini

Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 4 Persen pada Semester I 2026

Kamis, Juli 30, 2026, 17:56 WIB Last Updated 2026-07-30T10:56:50Z


Belawan,Medankabar.com – PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat kinerja positif pada arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung sepanjang Semester I Tahun 2026. Di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, volume peti kemas yang ditangani mencapai 347.001 TEUs, atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Kamis (30/7/2026).


Peningkatan tersebut mencerminkan aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah barat Indonesia yang tetap tumbuh positif. Kinerja ini ditopang oleh kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera.


Kontributor terbesar pertumbuhan berasal dari layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Juni 2026, volume peti kemas internasional mencapai 19.087 TEUs, melonjak 243 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga meningkat 9 persen menjadi 35.397 TEUs. Sementara itu, volume barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung mencapai 389.114 ton, atau naik 186 persen dibandingkan Semester I 2025. Di Terminal 1 Belawan Domestik, volume peti kemas tercatat 311.604 TEUs, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan bahwa pertumbuhan arus barang menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera mulai bergerak lebih baik meskipun perdagangan global masih menghadapi berbagai tantangan.


"Permintaan distribusi domestik masih menjadi penopang utama. Di sisi lain, kami melihat aktivitas ekspor mulai meningkat, khususnya dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Kondisi ini berkontribusi terhadap pertumbuhan arus peti kemas di Belawan dan Kuala Tanjung," ujarnya.


Menurutnya, tantangan sektor kepelabuhanan masih cukup besar, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global hingga dinamika geopolitik yang berdampak terhadap biaya logistik. Untuk menjaga daya saing, PMT terus meningkatkan efisiensi operasional melalui optimalisasi peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa dan antarterminal.


Selain itu, perusahaan juga memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja. PMT mencatat rasio Effective Time terhadap Berthing Time (ET/BT) mencapai 86,27 persen di Terminal Belawan, 73,95 persen untuk layanan internasional di Kuala Tanjung, dan 66,00 persen untuk layanan domestik.


Ke depan, PMT optimistis Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung akan semakin berperan sebagai simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia. Posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta berkembangnya kawasan industri dan program hilirisasi diyakini akan terus mendorong pertumbuhan kebutuhan layanan logistik dan kepelabuhanan di Sumatera.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 4 Persen pada Semester I 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan