Iklan

terkini

PMT Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Melalui Safety Stand Down di Terminal Kuala Tanjung

Senin, Juni 29, 2026, 10:46 WIB Last Updated 2026-06-29T03:46:35Z


Batu Bara,Medankabar.com – PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja dengan menggelar kegiatan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa terhadap pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan yang memiliki tingkat risiko tinggi, Senin 29/6/2026).


Pelaksanaan Safety Stand Down dilakukan seiring meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung. Bertambahnya mobilitas alat berat, kendaraan operasional, serta pekerja di area terminal mendorong perusahaan untuk terus memperkuat penerapan budaya keselamatan sebagai fondasi utama dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi seluruh insan pelabuhan.


Dalam kegiatan tersebut, PMT kembali menyosialisasikan panduan keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan zona aman dan zona bahaya, titik buta (blind spot), hingga jarak aman yang wajib dipatuhi pekerja saat berada di sekitar kendaraan operasional. Pekerja juga diingatkan pentingnya menggunakan alat pelindung diri (APD), melakukan kontak mata dengan pengemudi sebelum melintas, serta memanfaatkan barikade saat diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.


Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan.

"Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional," ujar Wahyudi.


Ia menambahkan, karakteristik operasional terminal yang dinamis dengan pergerakan alat berat, kendaraan logistik, dan aktivitas bongkar muat yang berlangsung hampir tanpa henti menuntut setiap personel memiliki tingkat kewaspadaan tinggi. Melalui Safety Stand Down, perusahaan juga terus mendorong terbangunnya komunikasi, koordinasi, serta kepedulian antarsesama pekerja agar setiap potensi bahaya dapat dicegah sebelum menjadi insiden. 


Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PMT secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan budaya keselamatan, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi K3. Perusahaan juga menerapkan budaya safety first, yang mendorong setiap pekerja berani menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi berbahaya serta segera melaporkan potensi risiko untuk ditindaklanjuti.


Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PMT meyakini bahwa penerapan standar keselamatan yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan, meningkatkan kepercayaan pengguna jasa, serta mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan Safety Stand Down ini, perusahaan berharap budaya keselamatan semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional sehingga target zero accident dapat terus dipertahankan.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PMT Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Melalui Safety Stand Down di Terminal Kuala Tanjung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan