Iklan

terkini

Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen hingga Mei 2026

Senin, Juni 29, 2026, 11:13 WIB Last Updated 2026-06-29T04:13:02Z


Belawan,Medankabar.com – PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat kinerja positif pada aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung sepanjang Januari–Mei 2026. Di tengah tantangan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, volume arus peti kemas yang dikelola perusahaan mencapai 286.195 TEUs, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Minggu (28/6/2026).


Pertumbuhan tersebut menunjukkan mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah barat Indonesia. Kinerja positif ini didorong oleh kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera.

Kontributor terbesar berasal dari Terminal 2 Kuala Tanjung yang mencatat lonjakan volume peti kemas internasional hingga 15.734 TEUs, atau tumbuh 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, aktivitas peti kemas di terminal tersebut meningkat 12 persen menjadi 30.057 TEUs, didukung meningkatnya arus ekspor-impor serta distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur.


Selain layanan peti kemas, Terminal Kuala Tanjung juga membukukan pertumbuhan signifikan pada layanan barang nonpeti kemas. Hingga Mei 2026, volume barang mencapai 389.114 ton, meningkat 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera. Sementara itu, Terminal 1 Belawan Domestik mencatat volume 256.138 TEUs, atau naik 5 persen, didorong meningkatnya distribusi barang antarpulau dan pengiriman komoditas dari Sumatera ke berbagai wilayah Indonesia.


Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan peningkatan arus barang mencerminkan mulai bergeraknya kembali aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera.

"Distribusi domestik masih menjadi penopang utama, sementara aktivitas ekspor mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Hal itu mendorong kenaikan arus peti kemas di terminal yang kami kelola," ujar Rudi.


Meski demikian, menurutnya, industri kepelabuhanan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran jalur logistik global, hingga dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi kunci dalam menjaga daya saing pelabuhan.


Sebagai upaya menjaga kualitas layanan, PMT terus mengoptimalkan peralatan bongkar muat, menata lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi operasional dengan para pengguna jasa dan antarterminal. Hingga Mei 2026, rasio Effective Time terhadap Berthing Time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,26 persen, sedangkan Terminal Kuala Tanjung mencatat 74,83 persen untuk layanan internasional dan 65,45 persen untuk layanan domestik.


PMT juga terus memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja. Menurut Rudi, keandalan pelabuhan akan semakin berperan dalam mendukung daya saing industri nasional melalui efisiensi layanan yang mampu menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang.


Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diyakini akan terus menjadi simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia seiring berkembangnya kawasan industri dan program hilirisasi di Sumatera.(Wan)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen hingga Mei 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Iklan